BLANGKEJEREN – Ratusan warga dua desa di Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan lambatnya penanganan jaringan listrik di Desa Pulo Gelime dan Desa Setul oleh Pemerintah, aliran listrik di dua desa itu masih padam paska bencana banjir dan tanah longsor dua bulan yang lalu.
Salah seorag warga setempat, Berliyanto, Rabu, 18 Februari 2026, mengatakan sebelum terjadi banjir dan tanah longsor, Dua desa itu dialiri oleh jaringan listrik dari PLTMH Tripe Jaya.
“Semenjak PLTMH terkena banjir dua setengah bulan yang lalu, listrik kami sampai sekarang masih padam. Dan untuk penerangan hanya menggunakan mesin Genset,” katanya.
Selama dua bulan lebih, warga yang mendapatkan aliran listrik dari mesin Genset selalu kutipan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM), namun dari hari ke hari, warga mulai jenuh dan mengeluh lantaran BBM mesin Genset tersebut sangat boros.
“Situasi ekonomi warga sangat memprihatinkan paska banjir ini, jadi kutipan membeli BBM mulai tersendat memasuki bulan Ramadan ini, ditambah lagi mesin Gensetnyapun sangat boros,” ujarnya.
Untuk memulihkan ekonomi warga dan menguranggi penderitaan paska bencana, 89 KK warga desa Setul dan 100 KK warga desa Pulo Gelime meminta kepada Pemerintah Daerah dan PLN Ranting Blangkekejeren segera melakukan perbaikan listrik ke Dua desa tersebut.
“Kepada bapak Bupati Gayo Lues, mohon diintruksikan (bekerjasama) dengan PLN agar segera memperbaiki listrik ke desa Setul dan Pulo Gelime Tripe Jaya,” katanya