Langsa, HARIANREPORTASE.com — Kota Langsa kembali menjadi saksi semangat kebangkitan dakwah yang menggugah. Dalam upaya memperkuat ketahanan aqidah umat di tengah derasnya arus pemikiran modern dan tantangan ideologi global, Dewan Da’wah Kota Langsa menghadirkan sosok muallaf nasional, Koh Dandy Tan dalam sebuah kegiatan bertajuk “Perjalanan Inspiratif Koh Dandy Tan, Dari Pencarian Menuju Keyakinan”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 12–13 Februari, ini dipusatkan di Masjid Istiqomah Hanura serta dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka di Hope Kopi.
Kegiatan yang digelar dengan penuh antusias ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, para muallaf, hingga para dai dan aktivis dakwah.
Sejak awal acara suasana tampak khidmat sekaligus penuh semangat. Kehadiran Koh Dandy Tan menjadi magnet tersendiri, mengingat kiprahnya yang dikenal luas sebagai pembela Islam dan penguat aqidah melalui pendekatan argumentatif, rasional, serta berbasis pengalaman pribadi sebagai seorang muallaf.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Da’wah Kota Langsa Prof. Dr. Iskandar, MCL menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga kemurnian aqidah umat.
Ia menegaskan bahwa tantangan umat hari ini bukan hanya persoalan ekonomi dan sosial, tetapi juga ancaman terhadap keyakinan dan pemahaman keislaman yang benar.
Sementara itu sekretaris Dewan Dakwah Langsa Afrizal Refo, MA juga menyampaikan bahwa Generasi muda hidup di tengah banjir informasi. Jika tidak dibekali dengan pemahaman aqidah yang kokoh, mereka mudah terombang-ambing oleh pemikiran yang menyesatkan.
“Karena itu, kami menghadirkan narasumber yang bukan hanya memahami teori tetapi juga mengalami langsung proses pencarian kebenaran,” ujarnya.
Kegiatan Kajian Islam dan Diskusi Interaktif yang dipandu oleh Dr. Muhammad Ihsan, M. Ag menyampaikan sekilas tentang biodata diri dari Koh Dandy Tan.
Koh Dandy Tan dalam pemaparannya membuka sesi dengan kisah perjalanan hidupnya sebelum memeluk Islam.
Ia menceritakan bagaimana proses pencarian kebenaran membawanya mempelajari berbagai ajaran, hingga akhirnya menemukan ketenangan dalam Islam. Cerita tersebut disampaikan dengan gaya lugas, logis, dan menyentuh, sehingga membuat peserta larut dalam setiap kisah yang disampaikan.
Menurutnya aqidah bukan sekadar identitas formal, tetapi fondasi kehidupan yang menentukan arah berpikir dan bertindak seseorang. Ia menekankan pentingnya memahami tauhid secara mendalam, bukan hanya secara turun-temurun.
“Aqidah harus dipelajari dengan kesadaran, bukan hanya diwarisi. Jika kita memahami Islam dengan ilmu, maka kita akan mampu menjawab berbagai syubhat yang menyerang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa era digital mempermudah penyebaran informasi, termasuk propaganda yang melemahkan keyakinan umat. Oleh sebab itu, umat Islam perlu membangun tradisi literasi, diskusi ilmiah, dan penguatan dalil agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan.
Sesi dialog interaktif menjadi salah satu momen paling dinanti. Para peserta, khususnya para muallaf dan generasi muda, antusias mengajukan pertanyaan seputar tantangan dakwah di media sosial, fenomena kristenisasi terselubung hingga cara berdialog dengan pemeluk agama lain tanpa kehilangan prinsip aqidah.
Koh Dandy Tan menjawab setiap pertanyaan dengan argumentasi yang sistematis dan berbasis dalil, sekaligus menekankan pentingnya adab dalam berdakwah.
Ia menegaskan bahwa membentengi aqidah bukan berarti membenci pihak lain, melainkan memperkuat keyakinan diri dengan ilmu yang benar.
“Islam mengajarkan dialog yang santun, tetapi juga tegas dalam prinsip. Kita harus mampu menjelaskan kebenaran tanpa mencaci,” katanya.
Salah satu peserta, Rahmat (17), perwakilan dari FORSIBA Kota Langsa, mengaku sangat terinspirasi oleh materi yang disampaikan. Menurutnya pendekatan yang digunakan Koh Dandy Tan membuatnya semakin yakin untuk mendalami Islam secara serius.
“Selama ini saya hanya tahu secara umum. Setelah mengikuti kajian ini, saya merasa perlu belajar lebih dalam agar tidak mudah goyah,” ungkapnya.
Dalam diskusi tersebut. Juga hadir peserta muallaf bernama Koh Ryan turut menyampaikan pandangannya. Ia mengaku baru dua tahun memeluk Islam dan masih dalam proses memperdalam pemahaman aqidah. Di hadapan forum, Koh Ryan menceritakan bahwa tantangan terberat yang ia rasakan bukan sekadar penyesuaian ibadah, tetapi menjaga keyakinan ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari lingkungan lamanya.
“Kadang saya ditanya hal-hal yang sulit saya jawab karena ilmu saya masih terbatas. Tapi setelah mengikuti kajian ini, saya merasa lebih percaya diri untuk terus belajar dan tidak mudah goyah,” ungkapnya.
Koh Ryan juga menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dalam forum yang menghadirkan narasumber sesama muallaf. Baginya, mendengar langsung pengalaman Koh Dandy Tan memberikan kekuatan mental tersendiri. Ia merasa tidak sendirian dalam proses hijrah dan penguatan iman.
“Saya merasa termotivasi. Ternyata proses mencari kebenaran itu memang penuh perjuangan, tapi hasilnya sangat menenangkan hati,” tambahnya.
Pernyataan Koh Ryan mendapat respons hangat dari peserta lainnya. Beberapa di antaranya bahkan mendekatinya seusai acara untuk berbagi pengalaman dan menawarkan dukungan belajar bersama. Momen tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan hanya forum ceramah, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan sesama Muslim, khususnya bagi para muallaf.
Di akhir sesi, Koh Dandy Tan berpesan agar umat Islam tidak merasa inferior dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa Islam memiliki fondasi teologis dan rasional yang kuat.
“Jangan pernah malu menjadi Muslim. Pelajari agamamu, pahami dalilnya, dan sampaikan dengan hikmah. Jika aqidah kita kokoh, maka kita tidak akan mudah diombang-ambingkan,” pesannya.
Di akhir kegiatan, Dewan Da’wah Kota Langsa menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti rangkaian acara yang dilaksanakan ini dengan program pembinaan rutin termasuk pendampingan khusus bagi muallaf. Program tersebut dirancang agar para muallaf tidak hanya mendapatkan bimbingan ibadah tetapi juga penguatan aqidah dan wawasan keislaman secara menyeluruh.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT menjaga keimanan umat Islam di Kota Langsa dan menjadikan generasi mudanya sebagai generasi yang tangguh dalam mempertahankan aqidah.
Para peserta tampak enggan beranjak, sebagian masih berdiskusi dan berfoto bersama narasumber. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah yang terencana dan relevan mampu menyentuh hati masyarakat.
Kehadiran Koh Dandy Tan bukan sekadar menghadirkan figur populer, tetapi membawa semangat baru dalam perjuangan menjaga kemurnian aqidah. Dewan Da’wah Kota Langsa menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah umat, menjawab tantangan zaman dengan ilmu, hikmah, dan strategi yang tepat.
Rangkaian kegiatan di Masjid Istiqomah Hanura dan Hope Kopi ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat dikemas secara serius namun tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Hadirnya Koh Dandy Tan bukan sekadar menghadirkan figur inspiratif, tetapi menjadi momentum penguatan aqidah yang nyata.
Dewan Da’wah Kota Langsa kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga kemurnian ajaran Islam di tengah tantangan zaman.