Award Winners

Hampir Tiga Bulan Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Belum Umumkan Bantuan Dana Pemda Lain 

Hampir Tiga Bulan Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Belum Umumkan Bantuan Dana Pemda Lain 
  Aceh Analisa

ACEH UTARA – Hingga hampir tiga bulan pascabanjir bandang, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara belum mengumumkan jumlah dan perincian bantuan dana dari pemerintah daerah (Pemda) lain yang masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil akrab disapa Ayahwa, saat pertemuan bersama insan pers di kantor bupati di Landing, Lhoksukon, Senin, 16 Februari 2026, mengatakan anggaran masuk dan keluar terkait penanganan banjir bandang Aceh Utara akan disampaikan secara detail setelah perbaikan semua infrastruktur yang rusak.

“Kerugian Aceh Utara akibat bencana banjir ini sudah kita hitung mencapai Rp27 triliun. Kerusakannya berbagai macam fasilitas baik infrastruktur jalan, irigasi, rumah warga, jembatan, tanggul sungai maupun hal lainnya. Kondisi ini sudah kita sampaikan kepada pemerintah pusat,” kata Ayahwa.

Usai pertemuan tersebut, saat diwawancarai wartawan terkait jumlah bantuan keuangan dari Pemda lain yang diterima Pemkab Aceh Utara, Ayahwa menyebut pihaknya akan memaparkan semua data bantuan pihak luar.

“Nanti kita akan membuat pertanggungjawaban perdinas masing-masing. Setelah lebaran Idulfitri (1447 Hijriah) nanti kita akan menyampaikan laporan secara detail yang kita terima (bantuan) dari Pemda lain. Ada rinciannya Pemda mana saja yang menyalurkan bantuan dana, nanti kita sampaikan,” kata Ayahwa.

Pemkab Aceh Utara telah menggelar rapat bersama unsur Forkopimda terkait mekanisme penyaluran daging meugang Ramadan bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk didistribusikan kepada korban terdampak banjir bandang di Aceh Utara.

Sebelumnya, Pemkab Aceh Utara telah menerima transfer anggaran meugang Rp19,55 miliar dari Setpres ke RKUD Aceh Utara untuk disalurkan kepada korban bencana alam.

Ayahwa menjelaskan bantuan daging meugang ini disalurkan kepada masyarakat Aceh Utara terdiri dari 852 gampong (desa) di 27 kecamatan, total sapi sebanyak 1.109 ekor. Untuk wilayah yang terparah diterjang banjir bandang, sebagian gampong ada yang mendapat dua, tiga, empat, dan lima ekor sapi. Sedangkan gampong terdampak banjir tidak terlalu parah, disalurkan satu ekor sapi.

Baca Juga  10 Desa Masih Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Hidrometeorologi 

“Bantuan daging meugang ini kita berikan secara merata untuk 852 desa di Aceh Utara. Tapi sisa dari 1.109 ekor sapi, itu akan diberikan prioritas kepada gampong dampak banjir paling berat seperti Kecamatan Langkahan, Sawang, Baktiya, Tanah Jambo Aye, Muara Batu, dan sejumlah desa lainnya yang memang tergolong parah. Artinya, jumlah sapi meugang akan diterima lebih dari satu ekor dan disesuaikan dengan jumlah KK yang ada,” ujar Ayahwa didampingi Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, Asisten III Sekda Dayan Albar, Kabag Tata Pemerintahan Nawafil Mahyudha, dan Jubir Pemkab Muntasir Ramli.

Kabag Tata Pemerintahan Setda Aceh Utara, Nawafil Mahyudha, menjelaskan dari dana Rp19.550.000.000 itu, dibelanjakan khusus untuk sapi meugang Ramadan Rp19.462.950.000. Sistem pendistribusian daging itu di masing-masing gampong dibentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas), ada ketua maupun bendahara. Karena dana tersebut tidak diperbolehkan transfer ke Rekening Kas Desa (RKD).

“Pola pemberiannya di tingkat desa membentuk Pokmas khusus meugang. Ketika mereka mengadakan sapi, juga perlu melibatkan tim Kesehatan Hewan (Keswan) untuk dilakukan pengecekan kondisi sapi tersebut,” ucap Nawafil