Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com — PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk mempercepat pemulihan pascabanjir dengan mengerahkan puluhan alat berat.
Langkah ini berhasil membuka kembali akses mobilitas warga dan fasilitas umum di 31 desa yang tersebar di delapan kecamatan terdampak banjir.
Sebanyak 12 unit excavator, empat unit bulldozer, tiga unit backhoe loader, enam unit motor grader, serta dua unit dump truck diturunkan sejak 2 Desember 2025.
Alat berat tersebut difokuskan untuk membuka dan memperbaiki jalan penghubung di delapan kecamatan yang mengalami kerusakan parah, yakni Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, Birem Bayeun, Peunaron, Idi Tunong, dan Peureulak.
Senior Manajer Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan bahwa dukungan perusahaan selama Desember 2025 ditujukan untuk membantu masyarakat di desa-desa yang sempat terisolasi akibat banjir, sehingga distribusi bantuan logistik dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
“Dengan terbukanya akses jalan, mobilitas warga dan penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Selain perbaikan infrastruktur jalan, kami juga membantu pembersihan area RSUD Sultan Abdul Azis Peureulak agar layanan kesehatan dapat kembali optimal,” ujar Leony.
Ia menegaskan, keterlibatan Medco E&P merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program penanggulangan darurat bencana alam yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, mengapresiasi langkah cepat Medco E&P yang dinilai konsisten membantu masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Dukungan PT Medco E & P Malaka menjadi contoh kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan pihak swasta, dimulai sejak masa tanggap darurat hingga berlanjut ke tahap pemulihan. Sinergi ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Aceh Timur bangkit pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November lalu,” ujar Iskandar.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Timur, sekaligus memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana di masa mendatang. (***)