Award Winners

MDMC NTB Intensifkan Layanan Psikososial dan Pemulihan Hunian Korban Banjir Aceh Timur 

MDMC NTB Intensifkan Layanan Psikososial dan Pemulihan Hunian Korban Banjir Aceh Timur 
  Aceh Analisa

Aceh Timur, HARIANREPORTASE.com — Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengintensifkan aksi kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur.

Pada Kamis (22/1/2026), kegiatan difokuskan pada layanan psikososial, assessment lanjutan dampak banjir, penyaluran bantuan logistik, serta pendampingan pemulihan hunian warga di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pantai Bidari.

Wilayah tersebut tercatat sebagai salah satu kawasan dengan dampak banjir paling serius. Selain merusak rumah-rumah warga, banjir juga memukul perekonomian keluarga dan mengganggu aktivitas pendidikan anak-anak.

Sejak pagi hari, relawan MDMC menyusuri rumah-rumah warga yang masih menyisakan bekas genangan air dan lumpur. Assessment dilakukan secara menyeluruh, meliputi kondisi bangunan rumah, kehilangan harta benda, hingga dampak lanjutan terhadap mata pencaharian masyarakat.

“Kami melakukan assessment lanjutan untuk melihat kondisi terkini pasca banjir, tidak hanya dari sisi kerusakan fisik rumah, tetapi juga dampak ekonomi dan psikologis warga,” ujar Ketua MDMC NTB sekaligus Koordinator Relawan Muhammadiyah NTB, Yudhi Lestanata.

Menurutnya, layanan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang masih mengalami trauma akibat banjir yang datang secara tiba-tiba.

“Banyak anak-anak yang masih merasa cemas setiap kali hujan turun. Melalui pendampingan psikososial, kami berupaya menghadirkan rasa aman sekaligus memulihkan semangat mereka,” jelas Yudhi.

Selain layanan psikososial dan assessment, relawan MDMC juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, family kit, hygiene kit, baby kit, serta perlengkapan sekolah (school kit).

Relawan bersama warga juga bergotong royong memperbaiki hunian yang rusak. Rumah-rumah kayu yang terdampak banjir diperbaiki secara bertahap, mulai dari pemasangan rangka, penggantian papan yang lapuk, hingga perbaikan atap yang rusak.

Baca Juga  Identifikasi Dini AGHT, Kantor Pertanahan Aceh Besar Komit Kawal Proyek Strategis Nasional

Ismail (47), warga Desa Blang Seunong, mengaku bersyukur atas kehadiran relawan Muhammadiyah.

“Rumah kami rusak parah setelah banjir. Alhamdulillah relawan datang membantu. Setidaknya kami punya harapan untuk bisa kembali tinggal dengan layak,” ujarnya.

Dampak banjir juga dirasakan pada sektor pendidikan. Banyak perlengkapan sekolah siswa hanyut dan rusak. Berdasarkan hasil assessment, sebanyak 215 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 88 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah agar dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar.

“Kehilangan buku, tas, dan alat tulis membuat anak-anak kesulitan untuk kembali bersekolah. Ini menjadi perhatian serius kami,” kata Rizki Fauzi S. Beleng, Koordinator Tim Logistik.

Sebagai upaya percepatan pemulihan, Muhammadiyah membuka donasi melalui LazisMu Provinsi NTB serta LazisMu kabupaten/kota se-NTB. Kebutuhan utama yang saat ini diperlukan meliputi bantuan pemulihan hunian seperti paku berbagai ukuran, seng atap, kayu dan papan, serta alat pertukangan. Selain itu, bantuan pendidikan berupa tas sekolah, buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya juga sangat dibutuhkan.

“Bantuan sekecil apa pun sangat berarti, tidak hanya untuk membangun kembali rumah warga, tetapi juga untuk menjaga masa depan anak-anak agar tetap bisa bersekolah,” pungkasnya.