Award Winners

Jelang Dua Bulan Pascabanjir, Warga Langkahan Masih Susah Payah Bersihkan Lumpur di Rumah 

Jelang Dua Bulan Pascabanjir, Warga Langkahan Masih Susah Payah Bersihkan Lumpur di Rumah 
  Aceh Analisa

ACEH UTARA – Hampir dua bulan pascabanjir bandang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sebagian warga masih bersusah payah membersihkan lumpur tebal di rumahnya, Kamis, 22 Januari 2026.

Di Dusun Tanah Merah, Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, rumah-rumah warga hingga kini masih berlumpur setinggi sekitar 1 meter. Lumpur tersebut dihanyutkan banjir bandang yang menerjang permukiman penduduk pada akhir November 2025 lalu.

“58 hari pascabanjir, saya baru tiga hari membersihkan lumpur di dalam rumah. Masih banyak sekali lumpur, perlu kesabaran dan ketenangan untuk pembersihan. Kalau kita lihat seakan-akan peristiwa ini terjadi seperti kemarin, padahal sudah mulai memasuki dua bulan,” kata Sulpan, warga Dusun Tanah Merah kepada portalsatu.com, Kamis, 22 Januari 2026.

Sulpan berusaha sekuat tenaga menyingkirkan lumpur di rumahnya. “Perlu dikebut karena tidak lama lagi sudah bulan suci Ramadan, dan tidak memungkinkan untuk tinggal di pengungsian terlalu lama,” ujarnya.

Sebelumnya, Sulpan dan korban banjir lainnya di Dusun Tanah Merah mengungsi ke Kompleks SD Negeri 8 Langkahan di Gampong Lubok Pusaka. Sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing sambil bersih-bersih. Ada juga yang masih tinggal di tenda pengungsian lantaran rumah mereka masih berlumpur tebal.

“Ketika banjir bandang kemarin (akhir November 2025), di Dusun Tanah Merah ini ketinggian air mencapai 13 meter. Atap rumah tenggelam, masjid di sini hanya terlihat kubahnya saja. Peristiwa yang cukup langka di Langkahan, masyarakat pun ada yang masih trauma saat hujan deras,” ungkap Sulpan.

Adapun pembersihan lumpur di lingkungan gampong, lanjut Sulpan, sebagian menggunakan alat berat ekskavator. “Tapi, sangat memprihatinkan rumah-rumah warga yang sebagian masih cukup tebal lumpur di dalamnya. Banyak juga rumah hilang dan rusak parah”.

Baca Juga  Dukung Pembangunan, Kantor Pertanahan Kab. Aceh Besar Beri Dasar Hukum Kuat Pengelolaan Aset di Kuta Cot Glie

Jalan Berdebu

Warga Dusun Bidari, Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Alimi, menyebutkan pascabanjir belum sepenuhnya keadaan normal. “Masih banyak kekurangan. Misalnya, arus listrik saja masih menggunakan genset, (krisis) air bersih, jalan berdebu, sehingga memengaruhi terhadap kesehatan anak-anak maupun masyarakat”.

“Kalau rumah warga memang sangat miris sekali, rumah hilang mencapai 300 unit, rusak berat juga cukup banyak. Alhamdulillah, persoalan ini sudah ditangani pemerintah pusat untuk bantuan hunian sementara dan kita berharap segera bisa ditempati sebelum Ramadan (1447 Hijrah),” ujar Alimi.

Menurut Alimi, saat ini paling dibutuhkan masyarakat adalah arus listrik. Pihak PLN disebut sedang melakukan pemasangan tiang setelah banyak yang roboh hingga kabelnya tertimbun tanah akibat diterjang banjir bandang.

“Ketika malam hari selama ini kami menggunakan genset untuk penerangan dan listrik tenaga surya yang disalurkan oleh relawan atau lembaga swadaya masyarakat. Kita berharap kondisi ini segera normal kembali dari segala aspek, ekonomi masyarakat tumbuh lagi, anak-anak bisa sekolah dan mengaji dengan maksimal,” ucap Alimi