ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., akrab disapa Ayahwa, menyampaikan pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Aceh Utara menjadi prioritas utama pemerintah daerah, sejalan dengan komitmen kuat pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.
Hal tersebut disampaikan Ayahwa saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam kunjungan kerja ke sejumlah sekolah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 28 Januari 2026.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kehadiran langsung Bapak Menteri ke Aceh Utara. Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan anak-anak kita tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak meskipun di tengah situasi pascabencana,” ujar Ayahwa.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau beberapa satuan Pendidikan. Di antaranya, SMK Negeri 1 Baktiya, SMA Negeri 2 Muara Batu, SMA Kesuma Bangsa, SMP dan SD Muhammadiyah, SD Negeri 9 Jambo Aye, serta SMA Negeri 1 Baktiya. Sejumlah sekolah masih melaksanakan proses belajar-mengajar di tenda darurat akibat kerusakan bangunan.
Agenda utama dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya, yang menjadi lokasi peresmian ruang kelas hasil Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025. Program ini mencakup rehabilitasi dan revitalisasi sarana pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan.
Ayahwa menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus mendukung penuh percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah dengan memastikan kesiapan data, lahan, serta koordinasi lintas sektor di daerah.
“Pemkab Aceh Utara siap bergerak cepat. Kami ingin memastikan proses rehabilitasi dan revitalisasi ini berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan benar-benar memberi rasa aman serta nyaman bagi peserta didik dan tenaga pendidik,” tegasnya.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemulihan pascabencana merupakan prioritas nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat, kata dia, telah mengalokasikan anggaran khusus untuk rehabilitasi dan revitalisasi sekolah di wilayah terdampak bencana.
“Revitalisasi sekolah, baik rehabilitasi ringan maupun berat, harus segera diselesaikan agar proses belajar-mengajar kembali normal. Aceh menjadi salah satu daerah yang dinilai paling siap dalam pelaksanaan rehab-rekon bidang pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia juga menyampaikan salam Presiden Prabowo kepada Gubernur Aceh serta mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Aceh Utara, dalam percepatan pemulihan pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, turut menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Ia menegaskan Dinas Pendidikan Aceh akan terus mengawal proses rehabilitasi agar sesuai standar dan berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan.
Menutup kegiatan tersebut, Bupati Ayahwa berharap kolaborasi pusat, provinsi, dan kabupaten dapat terus diperkuat agar seluruh sekolah terdampak di Aceh Utara segera pulih dan anak-anak dapat belajar kembali secara normal.
“Pendidikan adalah masa depan Aceh Utara. Dalam kondisi apa pun, kita tidak boleh membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita,” pungkas Ayahwa.