Langsa, HARIANREPORTASE.com — Dewan Dakwah Kota Langsa berkolaborasi dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Minggu (25/1/2026).
Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap korban banjir yang hingga kini masih merasakan dampak bencana yang terjadi dua bulan lalu.
Banjir yang melanda Aceh Utara mengakibatkan ratusan rumah warga terendam, aktivitas ekonomi lumpuh, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi. Sejumlah gampong yang mengalami dampak cukup parah di antaranya Keude Panteu Breuh, Pulo Seuke, Tanjung Munje, dan Alue Serdang. Kondisi tersebut mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu pemulihan kehidupan warga.
Penyaluran bantuan ini dihadiri langsung oleh perwakilan kedua lembaga. Dari IAIN Langsa hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Iskandar, M.CL, sementara dari Dewan Da’wah Kota Langsa hadir Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa Afrizal Refo, MA, serta Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat sinergi antara lembaga dakwah dan perguruan tinggi Islam dalam aksi kemanusiaan.
Sekretaris Dewan Da’wah Kota Langsa, Afrizal Refo, MA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dakwah bil hal, yakni dakwah melalui tindakan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh Utara adalah ujian bersama. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan Dewan Da’wah hadir tidak hanya dengan nasihat, tetapi juga dengan aksi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec, menegaskan bahwa solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan harus terus dijaga, terutama saat masyarakat menghadapi bencana.
“Kehadiran kita di tengah warga terdampak merupakan bentuk tanggung jawab moral dan persaudaraan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus memberi semangat bagi masyarakat untuk bangkit,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Langsa, Prof. Dr. Iskandar, M.CL, menjelaskan bahwa keterlibatan IAIN Langsa dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kampus harus hadir dan berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ujarnya seraya mengapresiasi inisiatif Dewan Da’wah Kota Langsa yang telah membuka ruang kolaborasi lintas lembaga.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, susu, air mineral, obat nyamuk, lilin, selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan anak-anak. Seluruh bantuan dihimpun dari partisipasi civitas akademika IAIN Langsa, relawan, dan dukungan masyarakat.
Bantuan diserahkan langsung kepada warga yang terdampak banjir, khususnya masyarakat yang rumahnya terendam dan masih berada di lokasi pengungsian. Salah seorang warga Gampong Pulo Seuke menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut karena sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabanjir.
Selain menyalurkan bantuan kepada masyarakat, rombongan Dewan Da’wah Kota Langsa dan IAIN Langsa juga mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Bhaktiya. Dalam kunjungan tersebut, bantuan diserahkan kepada pimpinan STIES Bhaktiya, Dr. Ajidar Matsyah, MA, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan yang turut terdampak banjir.
Diketahui, sejumlah gedung perkuliahan STIES Bhaktiya mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir sehingga aktivitas akademik terganggu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan sarana dan prasarana kampus agar kegiatan perkuliahan kembali berjalan normal.
Selain bantuan logistik, rombongan juga memberikan dukungan moral dan doa kepada masyarakat agar tetap tabah menghadapi musibah. Dewan Da’wah Kota Langsa dan IAIN Langsa berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi lembaga lain untuk terus membangun solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan.
Ke depan, kedua lembaga berkomitmen untuk terus memantau kondisi masyarakat Aceh Utara pascabanjir serta membuka peluang program bantuan lanjutan sebagai bagian dari upaya pemulihan masyarakat terdampak.