Award Winners

Syekh Iqbal Terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Dewantara Secara Aklamasi, Camat Ungkap Poin Kritis 

Syekh Iqbal Terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Dewantara Secara Aklamasi, Camat Ungkap Poin Kritis 
  Aceh Analisa

ACEH UTARA – Muhammad Iqbal Rusli akrab disapa Syekh Iqbal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna (KT) Dewantara periode 2026-2031. Penetapan tersebut dilakukan pada acara Temu Karya Karang Taruna, di Krueng Geukueh, Aceh Utara, Senin, 16 Februari 2026.

Iqbal menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad dalam mengemban amanah tersebut. “Terima kasih yang mendalam atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh seluruh Ketua Karang Taruna tingkat gampong. Amanah ini merupakan langkah awal untuk membawa perubahan positif bagi organisasi kepemudaan di Kecamatan Dewantara,” kata Iqbal.

Dia berkomitmen membawa organisasi ini ke depan lebih kompak, solid, dan transparan di semua bidang kerja. Dengan solidaritas yang kuat, segala program yang direncanakan akan lebih mudah untuk diimplementasikan.

“Keberadaan karang taruna ini bertujuan membentuk pemuda yang berkarakter, mandiri, dan aktif memberdayakan masyarakat di desa, sekaligus memelihara semangat kebangsaan dan kebersamaan,” ujarnya.

Camat Dewantara, Munawir, menyampaikan agar kepengurusan yang baru tidak hanya berkiprah di tingkat lokal. Namun, pihaknya mendorong para pemuda Dewantara untuk memiliki visi yang luas, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga mampu menembus kancah nasional.

Menurut Munawir, pentingnya menghidupkan kembali marwah lembaga sebagai wadah interaksi sosial yang tulus tanpa melulu berorientasi pada imbalan materi.

Karang Taruna adalah lembaga sosial yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. “Kami berharap kepada pengurus ini, jangan selalu berpikir ada atau tidaknya anggaran untuk bergerak. Lakukanlah aksi nyata di tengah masyarakat dengan rasa tanggung jawab sosial,” ujar Munawir.

Kepekaan Terhadap Masalah Sosial

Salah satu poin kritis yang disampaikan adalah mengenai responsibilitas organisasi terhadap bencana.

Munawir mengaku prihatin jika organisasi masyarakat hanya tampak eksis dalam kegiatan formal yang bersifat seremonial, namun absen saat masyarakat tertimpa kemalangan.

Baca Juga  Ayahwa: Pemulihan Sekolah Pascabencana Prioritas Pusat dan Daerah 

“Jika ada bencana, tidak perlu dipanggil atau diajak lagi. Langsung bergerak hati kita, kehadiran Karang Taruna harus terasa,” tegas Munawir.

Selain masalah bencana fisik, Camat Munawir juga menyoroti kondisi mental dan spiritual generasi muda saat ini yang menurutnya cukup memprihatinkan. Ia meminta Karang Taruna hadir sebagai motivator dan pembimbing untuk meminimalisir dampak negatif lingkungan melalui kegiatan keagamaan dan sosial yang produktif.

Munawir juga secara terbuka menyatakan keterbatasan Muspika dalam menangani seluruh persoalan di 15 desa di Kecamatan Dewantara yang masing-masing memiliki karakteristik unik.

“Karakter setiap gampong itu berbeda. Saya tidak mungkin sanggup menangani semuanya sendirian. Maka dari itu, saya butuh bantuan pengurus baru untuk menjadi jembatan dan pendamping masyarakat. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen untuk bekerja dengan ikhlas. Mari kita berkolaborasi dan bersinergi, demi kemajuan Dewantara,” ucap Munawir.