BLANGKEJEREN – Sebagian Hunian Sementara (Huntara) korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues sudah selesai dibangun BNPB. Sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan.
Perwakilan BNPB, Dr. Kheriawan M.M., Selasa, 17 Februari 2026, mengatakan pembangunan Huntara untuk Kabupaten Gayo Lues berjumlah 1.179 unit yang tersebar di tujuh kecamatan dengan jumlah 15 titik.
“Hingga hari ini, Huntara yang sudah berdiri berjumlah 844 unit. Dari jumlah itu, ada yang sudah selesai, ada juga yang masih dalam proses pemasangan jaringan listrik, toilet, dan yang lainnya. Diperkirakan pertengahan bulan Ramadan sudah selesai semuanya,” katanya.
Huntara di Dusun Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang mencapai 133 unit, dan hari ini akan diserahkan kepada warga penerimanya.
“Mohon dijaga dan dirawat dengan baik Huntara ini. Kebersihan dan ketertiban dijaga dengan baik. Begitu juga dengan tempat sampah dan paritnya, itu tugas bapak-bapak,” ujarnya.
Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Bupati H. Maliki saat peresmian Huntara Dusun Rigeb, mengatakan di balik musibah bencana banjir dan tanah longsor ada hikmahnya. Pemerintah terus berupaya agar semua korban bisa kembali bangkit.
“Kami mengimbau kepada seluruh penghuni Huntara agar jangan membuat masalah, kalau ada yang membuat onar, kami akan tarik Huntaranya,” katanya.
Bupati mengimbau kepada korban banjir dan tanah longsor agar segera membuat lahan kopi. Pemerintah akan memberikan bantuan bibit dan biaya penanaman.
“Untuk Hunian Tetap (Huntap) kami masih berupaya agar biaya pembebasan lahannya dibantu oleh pemerintah provinsi atau pusat. Karena di kita ini tidak ada lahan pemerintah, semuanya harus ada pembebasannya,” katanya
Bupati Gayo Lues dan BNPB Resmikan Huntara Dusun Rigeb, ‘Jangan Ada yang Buat Onar’ – Portalsatu.com